Wednesday, May 01, 2013

HARDIKNAS BUKAN SEKEDAR AJANG PERINGATAN MELAINKAN BUTUH PERUBAHAN



SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2013


Desliyani Natalia

Hari pendidikan nasional (hardiknas) yang jatuh pada tanggal 02 mei ini, umumnya sudah tidak asing lagi ditelinga semua penjuru masyarakat Indonesia. Hari dimana telah mengingatkan bangsa ini bahwa begitu pentingnya sebuah pendidikan. Pendidikan yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia, karena pendidikan adalah sebuah investasi di masa depan. Pendidikan yang dahulu sangatlah terbelakang, kini sudah berkembang menjadi modern, semakin terdepan karena adanya teknologi yang semakin canggih di zaman sekarang. Namun adanya hardiknas adalah wadah untuk selalu berevaluasi dan berkoreksi. Kecanggihan teknologi ataupun berkembangnya zaman tidak selalu menjadi pendukung sebuah pendidikan, karena masih begitu banyak masyarakat yang hanya mengambil sisi negative dari moderennya zaman saat ini. Sebagian masyarakat masih banyak yang egois menikmati zaman modern ini sebagai kesenangan pribadi, tanpa menghiraukan dampak apa saja yang timbul akibat kesenangan yang dilakukannya.

Sungguh sangat prihatin bangsa ini atas masalah yang begitu banyak timbul di zaman yang semakin berkembang. Salah satunya (facebook). Siapa yang tidak kenal facebook??? Tentu jawabannya hanya 1% orang di muka bumi ini, karena telah kita ketahui dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, bahkan yang tua pun semua kenal facebook. Hal yang didalamnya begitu banyak misteri baik nilai positive ataupun negatife. Dengan facebook pendidikan bisa menjadi meningkat, ilmu pengetahuan, pengalaman, serta wawasan bisa menjadi bertambah. Tetapi dengan facebook juga menimbulkan banyak kontravensi, begitu banyak dampak yang ditimbulkan, serta peluang kejahatan semakin bertambah, penculikan, penipuan, dsbnya banyak sekali timbul. Setelah facebook berlari ke youtobe.. ya,,, ternyata youtobe juga menjadi masalah di negeri ini. Begitu cepatnya  info dan kabar berita  yang didapatkan melalui youtobe. Info yang sangat cepat seperti kilat itu tersebar kedunia.  Seperti akhir-akhir ini terkenalnya seorang BRIPTU NORMAN dengan klip video lagu indianya “chaiyya-chaiyya” yang diakses oleh seorang temannya ke youtobe, dengan seketika dunia bisa mengenal seorang briptu norman. Begitu banyak cara instan yang didapati melalui jalur internet, dengan hanya sekejap mata saja semua dapat berubah. Namun jikalau dipandang dari kacamata pendidikan begitu banyak masalah dan dampak negative yang timbul bagi semua masyarakat yang hanya memanfaatkannya sebagai ke happyannya saja. Kalau sudah begini alangkah ruginya bangsa ini.

Hardiknas selalu diperingati setiap tahunnya. Berbagai acara dan agenda dilakukan untuk memperingati hari pendidikan nasional ini. Seminar,  lomba, diskusi,dsb, yang selalu diadakan disetiap tahunnya. Namu kembali diingatkan lagi bahwa adanya hardiknas  bukanlah hanya sekedar ajang peringatan, peringatan, dan peringatan melainkan butuh sebuah perubahan yang besar dalam bentuk pendidikan. Pendidikan yang dibutuhkan tidaklah hanya sekedar pendidikan biasa, melainkan sebuah pendidikan yang bisa mendidik anak bangsa ini menjadi anak bangsa yang cerdas, aktif, terampil, kreatif, inovatif, dan mandiri. Namun itu semua tidaklah cukup, yang paling utama adalah anak didik yang berakhlak mulia. Anak didik yang bisa memandang bahwa pendidikan bukanlah hanya untuk didunia. Tetapi melalui pendidikan bisa menuju akhirat yang bahagia. Melalui pendidikan bisa mengajak orang lain untuk berdakwah seperti jejak Rasulullah,saw.

Jika melihat kondisi pelajar saat ini begitu banyak penyakit pendidikan yang melekat ditubuh masing-masing individu. Diantaranya penyakit: lali (lemah akal lemah ilmu), lefber (lemah fisik malas bergerak), tipes (tidak punya selera), kudis (kurang disiplin), kusta (kurang strategi), lesu (lemah sumber belajar) serta asma (asal masuk kelas). kalaw sudah seperti ini tidak bisa dibiarkan saja, karna begitu banyak penyakit yang terdapat dalam tubuh anak didik.

Maka dalam hal ini peran pendidik sangatlah penting. Bagaimana seharusnya seorang pendidik bisa menciptakan anak didik yang baik dimata semua masyarakat. Memang tidaklah begitu mudah menciptakan anak didik sesuai dengan keinginan hati, tetapi dengan usaha dan niat yang baik insya allah akan terciptanya anak bangsa yang berpendidikan baik, karena ini adalah tugas dari para pendidik, selain itu tugas para pendidik tidaklah hanya memberikan materi, tetapi pendidik yang baik adalah pendidik yang mempunyai banyak peran terhadap para anak didiknya, ex: selalu mengingatkan kepada kebenaran, selalu mempunyai inisiatif yang tinggi, memiliki kekuatan gerak, memiliki kekuatan fikriyah, serta tidak mempunyai penyakit kram (kurang terampil mengajar). Dengan adanya itu semua insya Allah akan terciptanya anak didik yang baik dalam segala hal, dalam pendidikan, moral, ilmu pengetahuan maupun akhlakul karimmah. Karena kualitas pendidikan yang baik sangat ditentukan oleh factor pendidik yang secara langsung berperan dalam penentu pendidikan, terutama di Indonesia.

Setelah diketahui bahwa begitu banyak masalah pendidikan dibangsa kita ini. Maka perubahan menuju lebih baik itu harus diciptakan secepat mungkin, agar pendidikan di Indonesia ini tidaklah lagi menjadi yang terbelakang. Serta anak-anak jalanan pun salah satunya harus diperhatikan agar mereka bisa mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak didik yang lainnya.

Dengan adanya hardiknas ini kita diwajibkan untuk melakukan sebuah perubahan yang sangat besar menuju yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Terutama perubahan akhlak dan moral para anak-anak didik bangsa, karena perubahan tidak akan muncul dengan sendirinya. Serta hardiknas bukan sekedar ajang peringatan melainkan butuh perubahan.






Post a Comment