Monday, December 14, 2015

TERSESAT KARENA ROHIS


Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran: 104)

*      ROHIS...???
            Haii sobat sudah pada kenalkah dengan Rohis?? Whats?? Apa?? Kalian pada belum kenal!! Loh kok bisa?? Nah lohh berarti kalian gak gaul dong?? Hehe..
            Ada pepatah Arab yang mengatakan “Tak Kenal Maka Ta’aruf” nah gimana dong??
Apalagi itu ta’aruf?? itu loh sobat ta’aruf artinya kayak perkenalan gitu, bahasa adopsian dari negeri Jiran sana. Kalau seseorang yang belum saling kenal maka dianjurkan untuk ta’aruf terlebih dahulu. Nah kayak sobat nih pada belum kenal Rohis kan?? Mangkanya ta’arufan dulu dong.
            Sobat, Rohis itu adalah salah satu exskul yang berada di setiap sekolah. Nah biasanya kalian akan jumpai saat kalian duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rohis sendiri mempunyai kepanjangan dari Rohani Islam. Di setiap sekolah dari SMP sampai SMA/SMK maka ada eskul tersebut, terkecuali sekolah yang bukan ber-agama Islam ya. Bahkan di Perguruan Tinggi pun masih ada eskul Rohis. Tetapi, biasanya disebut dengan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) bukan eskul lagi yaa.. dan nama serta singkatanya macam-macam disesuaikan dengan kampus masing-masing. Contoh, ada singkatan ROIS, BAPINDA, IBROH, SALAM, ABABIL, HAMAS, BIROHMAH, UKMI, AL-BANNA, AS-SALAM, dan masih banyak lainnya. Semua itu dalam satu naungan dan pasti satu tujuan yaitu men-syiarkan Islam di lingkungan melalui berbagai kegiatan-kegiatan ke-Islaman baik intra maupun ekstra.
            Gimana sobat sudah dapat sedikit gambarannya?? Seperti itulah Rohis. Eskul Rohis ini gak jauh-jauh dari Tilawah Qur’an (Ngaji atau Baca Qur’an). Apapun kegiatannya, apapun aktifitasnya pasti Tilawah Qur’an tidak pernah tertinggal. Alih-alih selalu menjadi nomor dua setelah Basmallah. Inilah perbedaan eskul Rohis dan eskul-eskul lainnya. Biar dapat Ridho Allah gitchuu.
            Nah itulah sedikit gambaran tentang Rohis, gimana masih pada penasaran?? Yukk ngejebuur sama-sama di eskul Rohis, kalau sudah menjeburkan diri jangan lupa berenang ya agar kalian tidak tenggelam. Jika sobat sudah masuk di eskul ROHIS maka siap-siap sobat akan T...E...R...S...E...S...A...T...?

Thursday, December 03, 2015

Motivasi KMO-9

Menggagas Keunikan Ide Menulis
"Oke, mas...Done, gue nyerah. Buntu. Otak gue belum nyampe untuk menggagas apa yang bakal ditulis."
Di KMO, ternyata ketika dikasih tugas menggagas ide banyak yang pada kelimpungan (Secara memang belum dikasih teori bagaimana mencari ide segambreng).
Oke, saya ingin sedikit membocorkan rahasia bagaimana sebenarnya ide itu bisa didapat.
Guys, kalau cermat, hidup kita seperti ide berjalan. Kehidupan kita adalah ilmu bagi sebagian orang lain. Bahkan bisa jadi keseharian kita yang biasa, bisa menjadi luar biasa dihadapan orang lain. Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan hidup kita.

Tulisan Keren Mereka

Kabar bahagia bagi menulis.
Sebab Anda yang sebagai penulis akan banyak menginspirasi pembaca Anda di sana. Dan akan mendatangkan rejeki sekaligus amal yang barokah bagi sesama.
Tapi juga ada

Kabar buruk.
Anda bisa saja menulis sesuatu yang dapat mematikan seseorang/produk/jasa, atas apa yang Anda tulis. Atau Anda akan dibuli jika mewakili mereka yang berada di bawah.
Lantas akankah takut dengan negatifnya sebagai penulis?? Takut mendapat image buruk bila menulis yang tidak diinginkan apa yang diinginkan pembaca Anda??
Guys...

Ini yang wajib kita pelajari. Anda dan saya. Sayangi juga hal negatif. Maka seiring dengan berjalannya waktu. Negatif itu

Materi Ke-4

[20:18 01/12/2015] 
+62 818-0757-5034‬:

Naahhh tugas2 yang anda tulis di blog itu bisa dikembangkan lagi menjadi naskah buku.
Idenya sudah bagus, blognya udah keren2 juga tinggal tulisannya saja yang harus terus di poles di sana sini.

Bagaimana jika naskah kita sudah selesai apakah bisa langsung di kirim ke penerbit?
Tunggu dulu, naskah yang baru selesai itu kan masih naskah mentah jadi kita harus melakukan self editing. Kenapa kita harus melakukan itu? Bukankah di penerbit ada editornya?
Yaaa betul memang tiap penerbit ada editornya, tetapi apakah anda mau naskah yang sudah anda bikin dengan susah payah itu ditolak secara tidak hormat oleh penerbit karena mungkin naskah yang kita buat itu buanyaaak banget yang harus diedit.