MENU LEZAT

Jumat, 13 November 2015

Motivasi KMO-2

Hati-Hati Tentang Hati
-
-
-
-
-
-
Beberapa bulan lalu (sampai sekarang) dunia persilatan rame banget dengan yang namanya LGBT. Ini terkait gegara tuan Presiden Amerika mensyahkan legalitas kawin sesama jenis. (Weleh... Seriusan bikin merinding.. Warna pelangi jadi nampak nggak indah lagi...).
Ketika banyak yang akhirnya pada terbuka mendukung (termasuk artis2) saya mulai mikir:
- Kaum Sodom nya nabi Luth gaya baru?
- Ini orang kemana jalan pikirannya?
- Ngebayangin dua orang laki nikah, yang satu pakaian pengantin cewek. Serius norak banget..!
Guys, sedikit ngobrolin hati ya. Karena yang namanya uruaan LGBT ini emang urisan hati. Kata nabi gini:

“Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati!“ (HR. Bukhari dan Muslim)
Nah, kerusakan kayak LGBT kalau dirunut masalah masuknya ke masalah hati nih. Hati yang kayak gimana? Ada tiga tipe hati. Hati yang sehat, hati yang sakit dan hati yang mati. Yuk sedikit bahas...
- Hati yang sehat
Ciri hati yang sehat, ketika ada ketidakberesan, maka hatinya sensitif. Dia nggak nerima dan mengatakan bahwa hal tersebut memang salah.
Pantang menentang hal yg memang salah. Hatinya dekat sama Allah. Lisannya nyebut nama Allah, hatinya selalu tersentuh dengan ayat Allah. Pokoknya Allah diatas segalanya.
Kalau dijadiin pasangan hidup, orang yang punya hati kayak gini idaman pria dan wanita...:D tapi tetep kutub positif sama negatif ya..:D
- Hati yang sakit
Buat hati yang sakit ini yang paling banyak jenisnya.. dikit2 buat salah, dikit2 tobat. Begitu terus. Gampang galau. Kayak dipersimpangan jalan, ketika milih jalan yang salah maka bisa gaswat. Karena ia bisa terjerumus ke lembah hitam. Dia nggak setuju sama keburukan, tapi ia juga nggak berani mengatakan bahwa hal tersebut memang buruk. Bahkan cenderung bersikap abu2.
Sedikit saja ia nggak peka, maka siap2 saja masuk ke hati yang mati. Untungnya hati yang sakit kayak gini masih bisa dinasihati. Ada harapan buat sembuh. Buru-buru tobat.
- Hati yang mati
Lalu bagaimana dengan yang mati? Hati yang mati adalah hati yang sudah ditutup untuk hidayah. Ia mati semati-matinya. Ibaratnya ribuan ustadz nggak bakal sanggup buka hatinya kecuali Allah sendiri yang bukakan hatinya. Dinasihati? dianggap belagu, ayat yang turun? Nggak mempan. Orang kayak gini dikasih azab berupa kutil seluruh tubuh juga nggak bakal nyerna hidayah kalau Allah dengan ke-Maha an-Nya nggak mengizinkan...Ngeriii...
Nah, semoga kita masih bisa disentuh dengan hidayah. Ada sedikit saja harapan bahwa Allah mau memberikan kebaikan-Nya untuk hati kita agar tak buta, maka jangan pernah kita lepaskan. Yang bikin LGBT eksis? Saya curiga hatinya sudah bener2 mati..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar