MENU LEZAT

Senin, 09 Oktober 2017

DHUHA JARIYAH

Dibalik kepolosan seorang gadis bernama Rara, ia menyimpan kekaguman dengan sang kakak tingkat yang berprestasi di sekolah yang ia tumpangi.

Sebut saja Kak Dani. Salah seorang yang gemilang dengan prestasi dalam maupun luar sekolah. Bahkan beberapa perlombaan yang diikuti Rara, Kak Dani selalu menduduki juara ke 1.
Dan dibalik kekaguman tersebut Rara pun mencoba untuk menyelidiki rahasia sukses sang kakak tingkat.


Tidak jarang Rara selalu mengintai dan mengamati aktivitas sang kakak tersebut.
Tiba masanya, Rara menyimpulkan. Khas yang menjadi asbab seorang Kak Dani sukses adalah shalat dhuha yang tidak pernah ia tinggalkan. Rara mengamati, tiap kali di jam istirahat pertama Rara tidak melihat Kak Dani duduk-duduk di kantin, melainkan selalu melihatnya di mushola melaksanakan shalat sunnah dhuha.

Rara teringat dhuha itu selain sebagai tanggungjawab sedekah terhadap sel-sel tubuh, juga mendatangkan rezeki, baik harta, prestasi, kebahagiaan DLL.
Dan sejak hari dimana Rara sadar dan ingin mengikuti jejak Kak Dani, Rara pun memulai shalat dhuhanya.

Awalnya ia melaksanakan shalat dhuha karena ikut-ikutan dan agar terlihat dengan Kak Dani. Akan tetapi, seiring berkembangnya pengetahuan dan ilmu Rara meyadari dhuha memang membahagiakan, dhuha suatu hal yang dibutuhkan.

Prestasi Kak Dani memang tidak bisa dikalahkan, bahkan ia menjadi yang terbaik di sekolah. Terlalu berharap membuatnya semakin sadar diri. Akhirnya Rara memutuskan untuk berhenti mengagumi seorang Kak Dani.

***

Rara gadis lugu berusia 17 tahun, kini telah menekadkan diri untuk berhijrah. Pun termasuk hijrah dari niat shalat dhuha yang sesungguhnya. Sejak saat itu Rara menyampaikan kepada sang ayah untuk ikut serta melaksanakan shalat dhuha agar rezeki dan urusannya menjadi lancer.
Seperti biasa, Rara selalu mencari moment yang tepat untuk berbicara dengan sang ayah. Salah satunya saat berada di atas motor baik diperjalanan pergi maupun pulang. Karena Rara sadar orang di rumahnya yang mudah menerima dan mudah menentang (pakai logika) adalah ayahnya.
Dan Tuhan mengizinkan Rara menjadi wasilah sang ayah melaksanakan shalat sunnah dhuha. Hingga saat itu ayah tidak pernah tertinggal sehari pun dalam melaksanakan shalat dhuhanya.

***

Pada akhirnya Rara berkesimpulan, barangkali amal jariyah nyata begini yang akan menghantarkannya menuju syurga. Kak Dani secara tidak sadar telah mendapatkan amal jariyah dari 2 orang yang melaksanakn shalat dhuha. Sedangkan Rara mendapatkan amal jariyah dari sang ayah ketika terus melaksanakan shalat dhuha. Dan dhuha jariyah pun berhasil mereka ciptakan. Semoga istiqamah, Barakallah Rara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar