MENU LEZAT

Rabu, 01 November 2017

Masjid Terunik di Bandar Lampung


Masjid Al-Oesman Bandar Lampung

Salah satu di antara masjid yang terletak di pinggir jalan kota. Tempatnya yang cukup strategis dan menarik membuat mata yang melirik terkagum-kagum dibuatnya. Masjid Al-Oesman namanya, terletak di jalan H. Rasuna Said No. 40A Kelurahan Pengajaran, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung. Masjid yang didirikan di atas tanah wakaf warga pengajaran dan bpk. H. Achmad Bakrie atau yang lebih dekenal dengan orang tua dari Aburizal Bakrie (ARB) ini didirikan pada tahun 1987 saat kondisi Bpk H. Achmad Bakrie dalam keadaan sakit dan dirawat di rumah sakit yang ada di Singapura, beliau berwasiat kepada keluarga untuk mendirikan masjid di kampung halamannya. Saat itu keluarga menemukan tanah diseputaran daerah Pengajaran. Berdasarkan musyawarah warga setempat dan keluarga Bakrie akhirnya masjidpun didirikan dan kini menjadi sentral masjid di daerah Pengajaran.

Saat proses pembangunan berlangsung pendiri masjid pun meninggal dunia. Maka dari itu, keluarga langsung meminta warga menyelesaikan masjid tepat pada saat 40 hari kepulangan Bpk. H. Achmad Bakrie. Semua bekerja rodi dan cepat seperti kisahnya Roro Jonggrang. Semua bahan-bahan langsung didatangkan dari kota Cilegon, serta arsitek yang mendesainpun langsung dari pihak keluarga. Atas rahmad Allah SWT tepat pada 40 hari meninggalnya Bpk H. Achmad Bakrie masjidpun sudah jadi. Tepat pada hari Jum’at 2 Zulqaidah 1408 H atau 17 Juni 1988 masjid pun diresmikan oleh ibu Hajjah Rosniah Achmad Bakrie selaku Istri Almarhum. Dan kini masjid tersebut dihibahkan untuk warga setempat.


Nama masjid Al-Oesman ini sendiri diambil dari datuknya Aburizal, Menurut sumber berita agar tidak meninggalkan ciri khas dari Al-Oesman itu sendiri, “Biarlah lingkungan sekitar sini mengalami perubahan demi perubahan, tapi masjid ini akan tetap terjaga keasliannya,” (ujar ketua masjid saat diwawancarai). Sedangkan untuk Struktur bangunan masjid Al-Oesman ini sendiri tidak ada perubahan sejak berdirinya hingga hari ini. Pesan keluarga struktur bangunan yang tidak boleh dirubah, tetap sama seperti bentuk aslinya. Kalaupun ada renovasi hanya dalam bentuk perbaikan-perbaikan yang rusak saja. 


Sedap mata memandang, ketakjupan yang mendalam saat memasuki rumah Allah satu ini, langkah pertama ketika menaiki tangga utama menuju masjid maka siapapun yang berdiri dan memasuki dalamnya seakan-akan sedang merasakan diri di dalam sebuah kapal laut yang sedang berlayar. Langit-langit biru di atas menambah suasana pemandangan semakin menakjupkan. Pesona bentuk bangunan yang unik serta sudut-sudut ruangan yang menarik membuat mata tak ingin berkedip. Masjid Al-Oesman punya desain bangunan yang berbeda dari masjid lainnya. Atapnya membentuk seperti topi-topi yang dijadikan satu. Temboknya tidak menutup seluruh dinding masjid, namun hanya setengahnya, sehingga udara dapat leluasa keluar masuk masjid, dan masjid terasa lebih sejuk. Tak heran jika siapapun yang beribadah disini, suasananya begitu sejuk. Ditambah lagi masih banyak pepohonan di sekitaran masjid. Wajar, kalau banyak orang yang betah berlama-lama beribadah sekaligus rehat di masjid yang dibangun keluarga besar Bakrie ini. Jangan heran jika banyak yang datang berkunjung lagi kalau sudah pernah menginjakkan kaki ke masjid ini. Mereka nyaman karena AC-nya alami”.
Tidak hanya itu, masjid ini pun terdiri dari tiga lantai. Lantai atas dipergunakan untuk shalat yang dilengkapi dengan tempat shalat laki-laki dan perempuan, setiap sudut terdapat rak-rak buku dan rak-rak al-qur’an yang siap di baca para pengunjung, terdapat perpustakaan khusus di are sebelah kiri imam dan ruang khusus tempat muadzin dan petugas, di ujung atas mendekati atap terdapat loteng kecil untuk menikmati kebersamaan dengan Rabb Pencipta. Sedangkan di lantai ke dua ada ruangan khusus yang biasa digunakan ibu-ibu majelis ta’lim untuk pengajian, atau tempat anak-anak mengaji sarana Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dipojokan ruangan ada kantor pengurus masjid, di area lantai dua pun ada area tempat wudhu laki-laki dan wanita, terdapat kamar mandi dan tempat pembuangan air kecil dan besar. Dari lantai dua juga akan didapati tangga bak di dalam kapal yang menuju ke lantai atas untuk shalat atau lantai dasar tempat wudhu, kamar-kamar penghuni masjid, atau gudang. Bangunan ini cukup menarik untuk ditelisik. Sederhana namun menakjubkan.
Warna hijau pada atap masjid menjadi ciri khas masjid ini sendiri. Sejak dibangun hingga saat ini warna pun tidak pernah berubah. Jika pudar pun akan digantikan dengan warna cat yang sama. Masjid Al-Oesman ini jika dilihat dari atas maka bangunan ini berbentuk bintang. Sehingganya wajar saja jika ketika berada di dalamnya maka setiap yang melihat pasti merasakan bingung dimana sesungguhnya letak sisi ujungnya. Masjid ini terlalu unik dari kebanyakan masjid pada umumnya.
Kelebihan lain dari masjid al-oesman ini tidak hanya terdapat pada sisi letak dan bentuk bangunan yang menarik melainkan dengan cara pemakmuran masjid tersebut. Masjid yang terletak di pinggir jalan kota ini berdampingan dengan beberapa kantor dan bank juga berdekatan dengan area warga sekitar. Jadi wajar saja jika masjid ini tak sepi dari pengunjung. Tempatnya yang nyaman dan bersih menjadi salah satu alasan pengunjung memilih masjid tersebut.
Tidak hanya saaat hari besar umat Islam masjid ini di gandrungi. Bahkan hari-hari biasa pun masjid ini tetap terlihat makmur. Masjid yang selalu penuh saat Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, maupun pelaksanaan shlat Jum’at setiap pekannya juga dengan program-program yang dilaksanakan.
Program kegiatan yang dilaksanakan oleh masjid ini terdapat Kajian ilmu hadist yang dilaksanakan setiap bulan di pekan pertama hari senin. Di isi oleh dr. Hi. Abdul malik gozali, lc. Ma. Sedangkan kajian ilmu tauhid dilaksanakan setiap bulan di pekan ke tiga hari senin. Di isi oleh drs. Hi. Buchori muslim, lc. Ma.
Tidak hanya kajian masjlis ta’lim di masjid ini pun termasuk aktif yang dilaksanakan di hari jum’at. Sedangkan untuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan hari Jum’at ba’da shalat asar. Serta kuliah subuh setiap hari senin sampai dengan hari kamis.
Selama Ramadhan pula, masjid ini mempunyai kegiatan khusus, yakni pengajian rutin menjelang berbuka puasa. Ada pengajian jelang waktu berbuka. Ada pengajian ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak. Sama seperti masjid pada umumnya, masjid Al-Oesman ini pun ikut serta menyediakan takjil (makanan dan minuman berbuka puasa). Selain itu, ada juga kajian Islam atau ceramah agama.
Perlu diketahui Dana pembangunan masjid ini pun setiap tahun tetap mengalir dari keluarga aburizal bakrie sebagai bentuk zakat maal yang dikeluarkan oleh keluarganya.  Aburizal Bakrie jika berkunjung ke Lampung, ia tak akan terlewat untuk mampir dan shalat di masjid ini.



Sumber : Wawancara oleh H. MURSALIN Yusuf Ketua Masjid Pada Hari Jum’at 20 Mei 2016 pukul 18.30 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar