Thursday, April 12, 2012

KERUDUNG WANITA ATAU JILBAB (PERINTAH ALLAH YANG SUDAH DILUPAKAN UMAT ISLAM) (copass di album mb. Mayda safira..)


Ada satu peribahasa pendek, sederhana, tetapi dalam artinya, yang berbunyi sebagai berikut: “Tak Kenal Maka Tak Sayang” Sesuai dengan peribahasa diatas, ada satu perintah Allah yang penting yang hampir tak dikenal atau dianggap enteng oleh umat Islam, yaitu keharusan wanita memakai kerudung kepala.

Sunday, April 08, 2012

Tolong Hargai Hak Kami Sebagai Peserta Ujian

Waktu itu adalah hari ketiga aku mengikuti ujian sekolah. Seperti biasa dengan penuh semangat aku ingin cepat-cepat sampai disekolah. Dengan rasa penasaran dan percaya diri, kali ini aku pasti bisa lebih baik lagi mengerjakan soal matematika. Karena kemarin dan tadi pagi sudah banyak pembahasan dan latihan yang ku lakukan.

***
Ketika aku sampai disekolah, Bel berbunyi teet…teet…teet…
Bertanda kalau siswa harus memasuki ruangan yang sebelumnya harus berbaris di depan kelas. Ya, itu yang selalu kami lakukan, seperti biasa pula doa bersama sebelum belajar dilantunkan, ini semua agar para siswa mendapatkan ketenangan dan kelancaran dalam menjawab soal-soal ulangan. Salampun kami ucapkan kepada pengawas, lalu setelah itu pengawas membagikan soal-soal dan lembar jawaban kepada para peserta ujian.

 Ketika saat itu  salah seorang temanku bercanda dengan menanyakan soal matematika kali ini. “soalnya mudah-mudah atau gak yahh???” dan kebetulan sang pengawas sedang membagikan soal di meja tempat aku duduk. Pengawas tersebut langsung menjawab becandaanya teman ku dengan raut wajah sipek.... “mudah dong,, kan pagi-pagi sudah pada dapat jawaban lewat sms”??!!. Seketika aku terkejut didalam hati, melihat ekspresi sang pengawas yang sangat tidak mengasyikan untuk dilihat. Lalu aku pun menjawab,,, “ih,, ya gak semua kali buu”. Jawab ku untuk meyakinkan ke pengawas bahwa tidak semua siswa yang mencontek jawaban atau mendapat kiriman sms. Karna aku sendiri pun tidak mau melihat jawaban yang dikirim lewat sms atau mencontek secara langsung. Memang Seperti biasa jawaban yang terbang lewat sms  sudah tidak asing lagi. Walau begitu kami berharap agar pengawas masih bisa menghargai hak siswa-siswa yang masih bekerja dengan kemampuannya sendiri. Sungguh kami kecewa karna dari sekian banyak pengawas hanya beberapa orang saja yang bisa menghargai kami. Aku sangat merasakan hal itu, suatu ketika aku sedang buntu dan kepusingan dalam berfikir mencari jawaban matematika, tiba-tiba sang pengawas mencetuskan omongannya... “cepat ya ngerjaiinnyaa, kan tinggal dibulet-buletin aja..”. entah mengapa ketika mendengar perintah itu hati ini rasanya dongkol sekali, aku jadi kepingin cepat-cepat menyelesaikannya, padahal waktu yang tersisa masilh banyak sekali. Karna perintah itu aku merasa terburu-buru untuk mengerjakan, sedangkan soal yang ku kerjakan baru 20 buah, itupun masih ada soal-soal yang belum kutemukan jawabannya. Waktu terus berjalan dan sepanjang perjalanan waktu itu sang pengawas ngomel-ngomel, kalau ini lah, itu lah, dsb... dengan maksud dan tujuan mencap jelek sekolah kami. Aku pun menjadi tidak konsentrasi lagi. Dari kejadian itu ada kata yang sangat ingat dan melekat sekali di otakku. Dia berkata begini.. “gimana bangsa ini mau maju, kalaw ngerjain soal begini aja lama banget”. Mendengar omongan yang seperti itu salah satu temanku menjawab…”ih songong amat geh ibu ini,,” sungguh kata-kata itu spontan dikeluarkan dari mulutnya, karna emosi yang sudah memuncak dengan cara sang pengawas.

 Kami semua sangat amat merasa terganggu sekali.