Monday, December 17, 2012

Jalanan Berlubang




Setiap manusia yang bernyawa itu pasti akan melewati sebuah perjalanan panjang, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akherat kelak. Setiap orang pun selalu mempunyai cara tersendiri untuk melewati jalanan tersebut.
Perjalanan itu sendiri bisa diibaratkan Seperti halnya jalanan, yang ada di jalan raya ataupun jalan mana saja yang sering di lewati oleh  manusia. Jalanan yang setiap harinya dilalui oleh manusia untuk melangsungkan hidupnya di muka bumi ini. Setiap hari, setiap saat, bahkan setiap waktu, jalanan tak pernah kosong, selalu saja di lewati oleh berbagai macam manusia. Baik yang berjalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan.
 Karna setiap saat selalu digunakan, otomatis jalanan pun merasa bosan dan lelah, hingga pada suatu hari jalanan tersebut satu persatu menjadi rusak, baik karna ulah manusia itu sendiri maupun karena dampaknya cuaca di alam. Ada yang berlubang, ada yang terjal, ada yang tidak karu-karuan lagi bentuknya. Namun setelah itu semua terjadi maka mulai berkurang peminat yang melewati jalanan tersebut. satu per satu manusia memilih jalanan yang rapi dan tidak berlubang. Lalu akhirny jalanan itupun merasa sedih karna kini tak ada lagi yang peduli olehnya, tak ada lagi yang mengatasi masalah dalam dirinya. Namun mungkin ada sebagian orang yang mempunyai inisiatif untuk memperbaiki jalanan tersebut, agar jalanan itu bisa digunakan kembali.
Itulah sedikit filasofi perjalanan hidup manusia. Setiap manusia pasti akan melewati masa-masa seperti jalanan yang berlubang. Jika jalanan tersebut bisa memilih pasti jalanan tadi tidak ingin rusak, ingin selalu bagus agar semua orang bisa menikmatinya. begitu juga dengan manusia, Jika bisa memilih merekapun taki ingin melewati masa-masa dimana seperti jalanan yang berlubang tersebut. Masa yang sangat suliit sekali, masa dimana rsanya tidak ada yang menghargai. Tetapi itu semua terjadi karena kehendak ALLAH ajja wa jalla. Tergantung manusia itu sendiri. Apakah akan selamanya menjadi jalanan yang berlubang atau bahkan ia mencari cara untuk memperbaiki jalanan tersebut agar tidak berlubang lagi. Karna “ALLAH tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum ia merubahnya sendiri”. Dalam artian disini bahwa ALLAH mengajak agar manusia itu selalu dan senantiasa berusaha. Tidak hanya doa, pasrah dan berserah diri aja melainkan diiringi dengan usaha. Karna jika hanya doa, pasrah, dan berserah diri saja tanpa adanya sebuah usaha, maka tidak akan terjadi suatu perubahan didalamnya.
So, jika  tidak ingin menjadi jalanan yang berlibang maka berusahalah untuk selalu memperbaiki jalanan tersebut.

Post a Comment