Wednesday, December 31, 2014

Kisah bunga MAWAR dan POHON BAMBU

Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.
Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu.
Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon

Kisah Seseorang Yang Mengolok-Ngolok Malaikat Maut


Kisah ini diceritakan oleh seorang ustadzah

Hari itu aku pergi ke sebuah klinik. Setelah mengambil nomor antrian, aku pun duduk menunggu giliranku. Sekonyong-konyong masuklah seorang gadis cantik. Sayang sekali, dia tidak mengenakan jilbab. Sebaliknya, berdandan menor. Gadis itu pun mengambil nomor, lalu duduk tidak jauh dariku.

Entah mengapa, ada sebuah dorongan dalam diriku untuk menyampaikan sekedar sebuah nasehat kepadanya. Akhirnya setelah cukup lama diliputi kebimbangan, aku pun menasehatinya dengan selembut mungkin. Aku jelaskan kepadanya perintah Allah yang telah dilanggarnya. Namun reaksinya benar-benar tak kuduga. la membentakku dengan suara keras.

Anak Kerang




Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasukitubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam."
"Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang ditengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.

Jangan terpeleset riya


Ia seorang aktivis kampus, wajahnya terlihat bersinar, dahinya terlihat warna kehitam – hitaman. Di kampusnya dikenal sosok pemuda yang alim, berbagai kegiatan keagamaan di kampusnya hampir bisa dipastikan ia terlibat didalamnya. Di saat rekan – rekannya masih terlelap tidur, ia terlihat sudah ikut shalat shubuh berjamaah di masjid kampusnya.
Saat ia pulang ke kampungnya, kebetulan seorang kakek tetangganya meninggal dunia. Ia begitu kagum kepada sosok kakek tetangganya itu, karena dengan mata kepalanya sendiri sang kakek meninggal dalam keadaan sangat tenang, sebelum meninggalpun sang kakek dengan lancar mengucapkan kalimat tahlil. Iapun tahu kakek tersebut bukanlah seorang ustadz atau kyai, kehidupannya biasa – biasa saja.
Sang kakek hidup dalam sebuah rumah yang sangat sederhana, sehari – hari kegiatannya menyabit rumput untuk makan kambing peliharaannya, namun ia tidak pernah ketinggalan sholat jamaah di masjid kampungnya. Iapun pendiam, hanya bicara seperlunya saja, tidak pernah mengeluh.
Sehabis shalat isya di masjid, ia menyempatkan diri bersilaturahim ke tempat guru ngaji yang dulu waktu kecil, mengajarkan Surat Al-Fatihah pertama kalinya.
“Alhamdulillah pak, insya Alloh shalat jamaah jarang saya tinggalkan, berbagai kegiatan keagamaan di kampus saya, saya usahakan selalu terlibat. Di samping itu seringkali sayapun dijadikan sumber referensi teman – teman saya, sayapun terkadang memberi ceramah di acara – acara kampus.” cerita si aktivis kampus kepada guru ngajinya.
“Alhamdulillah, saya ikut senang kalau begitu… semoga kamu termasuk orang – orang yang diberi anugerah dalam beribadah.” komentar guru ngajinya.

Kisah Si Belang, Si Botak, dan Si Buta

Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus kepada mereka satu malaikat.
Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, “Sesuatu apakah yang engkau minta?”

Si Belang menjawab, “Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya.”
Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus.
Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”
Orang itu menjawab, “Onta.” Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini.”

Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”
Si Botak menjawab, “Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya

------------~~**~~ GARAM DAN AIR ~~**~~------------



copas dari tetangga nii..

Seorang Guru Sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.
“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.
“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Cewek Cantik Vs Cowok Ganteng..


Hai sobat, lama sudah kita tak bersua, kali ini ane mau mengangkat tema fisikli, hem.. ada apakah??

Semua bermula ketika kuliah ta’aruf kemarin (ospek), melihhat sikap dan tingkah orang-orang jadi berinisiatif dehh buat tema ini.

Cewek cantik vs cowok ganteng. Sudah lumrah, pandangan pertama orang melihat adalah fisikli, performance, pokoke yang indah-indah. Tak bisa di pungkiri lagi semua orangpun merasa ingin di perlihat atau diperhatikan ketika mempunyai performance yang menarik, tetapi selalu bersembunyi-sembunyi jika performance hari ini ndak menarik yaa,, gak pede dehh.


Melihat kejadian kemarin, ane jadi sedikit terlintas di benak untuk membenci cewek cantik, karna apa, pada saat yang bersamaan ane mendapatkan temen cewek cantik, sebenarnya bukannya iri dengan kecantikan yang beliau miliki, cumaan kok begitu yaa??
Begitu?? Ya, ternyata memang benar kalau zina yang berbahaya adalah zina mata yang pertama kali dipakai untuk melihat. lalu menjalar keseluruh organ tubuh untuk bergerak.  Karena cewek tersebut cantik otomatis seluruh pandangan kaum adam meliriknya,, mungkin saja, kaum adam yang tak terlalu tinggi nafsu birahinya bisa biasa aja merespon cewek cantik ituu, bagi kaum adam yang emang imannya kuat, kecantikan fisik bukanlah segalanya, tapii?? Bagaimana dengan kaum adam yang mempunyai nafsu birahi yang sangat tinggi?? Keinginan memiliki adalah hal yang pertama di fikirkan. Apalgi kemarin adalah proses awal, dimana saatnya semua mahasiswa/i baru, semua dengan lingkungan yang baru, bahkan waktunya beradaptasi baru. Nah di situ dehh kesempatan kaum adam untuk mencari gebetan baru,, cihuuuyy,,

SURAT CINTAKU UNTUK MUROBBI..



Siapakah engkau?? Sungguh aku tak mengenalmu..
Yang ku tau pada saat itu aku sedang nyaman bersamanya, bersama murobbi yang baru ku kenal, aku yang sedang merasakan dekat kepadanya, selalu di berikan perhatian, bahkan materi yang di berikan sesuai dengan suasana hati..
Tapi sayang.. itu semua hanyalah sesaat terjadi, setelah pertukaran kado itu, itu adalah hari terakhir ku bertemu olehnya sebagai mutarobbi dan murobbi..

Cemburu atau Cinta??



Bukankah rasa cinta yang dimiliki ini adalah fitrah yang telah ALLAH berikan kepada setiap hambanya yang bernyawa?? Lalu apakah salah ketika kami pun jatuh cinta?? Tentu saja tidak..
Cemburu..?? semua orang pasti akan merasakan hal tersebut.
Begitu juga dengan diri ini. Cemburu.. lucu deh kalau denger kata itu. Aku sering bangeeet merasakannya. Baik kepada sahabat, someone, atau siapalah. Yang jelas akupun pernah merasakannya, kalau di bilang enak apa kagak ya tentu kagak lah.. coz rasa cemburu itu sangat berbahaya bangeet, apalagi kalau udah maenannya hati dan perasaan beehh ribeet deh,, mana lama banget lagi mulihkannya.
Hem,, tapi terkadang lucu dengan diri ini, biasanya kalau orang cemburu itu buat mereka yang sedang jatuh cinta atau bisa dikatakan mereka yang mempunyai hubungan“pacaran”. Sedangkan aku?? hem,, punya pacarpun nanti, tapi kok sering cemburu ya??

katanya zaman udah modern??

Katanya zaman udah modern??
Zaman, hem.. kali ini ane mau ngangkat tema tulisan ini deh..
Ada apakah dengan zaman?? Sebenarnya sii ndak ada apa-apa, hanya saja ada yang salah dalam bersikap.
Ane heran dengan anak zaman sekarang, hem.. (saia juga masih anak zaman sekarang kok), maksudnya dengan tingkah dan sikap kebanyakan anak zaman sekarang. Yang lebih me-nomor satu kan pergaulan bebas, hidup foya-foya, hang out kesana-kemari.

kenapa dengan pacaran??


Hem,, jujur ane bosen sebenarnya membahas hal ini, pacaran.. pacaran.. pacaran.. Gak ada yang salah sii dengan pacaran, buat mereka yang udah halal menjalin hubungan (suami/istri) tapi menjadi maslah besar kalau buat mereka-mereka yang belum ada ikatan resmi. Mungkin orang awam gak peduli atau sangat membenci dengan orang-orang yang melarang dan mengingatkan terkait pacaran, itu semua karena ketidaktahuan mereka, lantas dari ketidaktahuan itu mereka gak mau berkembang, gak mau mencari taauu, bahkan banayak yang ndak mau tau. Yang mereka tau hanyalah mengikuti kemajuan zaman, tren, berhubungan bebas, tak ada batasan laki-laki dan perempuan, ya wonngg ndak ngapa-ngapain kok Cuma pacaran biasa aaja buat pendekatan??