Wednesday, September 27, 2017

Terdampar di KMO justru Undang Founder Ke Lampung



Kali pertama kenal Kelas Meulis Online (KMO) Indonesia adalah dari BCan BBM sang teman. Unik nih, Menarik nih, Menggiurkan Nih, pokoknya bahasa BC-an yang Convert Selling banget. Apalagi tercantum nama bunda Asma Nadia disana, secara gitu lagi demamnya bunda Asma so pasti diikuti dong.

Akhirnya saya memutuskan untuk daftar KMO Batch 2. Semangat sih awalnya, Termotivasi juga iya. Tapi yang bikin sebel adalah kelas di mulai saat weeknd, kalau gak salah waktu itu sore hari selepas asar. Dilalahnya Weeknd pekan-pekan itu Sabtu-Ahad adalah jadwal sekolah murobbi yang dari pagi sampai sore. Jadilah terkadang saat Hp masih berfungsi saya absen duluan sebelum kelas di mulai, tapi jika hp lowbet yasalam point nyawan saya akhirnya berkurang.

KMO emang terkenal dengan disiplin pake banget, secara telat kumpul tugas atau kagak ngerjain tugas juga tetap aja kena konsekuensinya dikurangi nyawa, nah hingga suatu hari nyawa sayapun habis di grup itu alhasil kena depag deh dari grup.

Bolos Kuliah Lari Ke Bedah Buku Asma


Karena edisi sarapan hari Kedua, saya akan bercerita tentang pertemuan ke Dua dengan bunda Asma.
Waktu itu, saat masih duduk di bangku kuliah (kuliah aktif) seperti biasa selalu tengok madding untuk sekedar tau informasi atau hanya sekedar melihat apa yang tertera disana. 
“Bedah Buku Pesantren Impian” bersam Asma Nadia di Bank Indonesia.
Kali pertama saya melihatnya dengan ekspresi biasa saja. Hem.. sudah pernah bertemu dengan Bunda Asma kok ujar hati kecil.

Monday, September 25, 2017

SARAPAN KATA Hari Pertama

Menulis itu aktivitas yang sakral menurut saya. Gimana gak dibilang sakral.. antara fikiran, hati, dan jari harus terkoneksi dengan bagus. Fikirannya bertebaran ide kalau hatinya lagi galau yasudah berlalu begitu saja, atau hatinya lagi bahagia tapi idenya buntu, apalagi… mana ada yang ditulis. Atau hati bahagia, ide bertebaran, tapiii mager.. yasalam..

Baru saja kemarin saya berfikir saat berada di jalan. (edisi lagi banyak yang mau ditulis tapi sikon waktu belum mendukung), “Nulis itu juga ternyata butuh konsentrasi, waktu yang tenang, fikiran yang fresh, baru akan menjadi sebuah tulisan yang gurih, yaa walaupun tidak segurih kue lebaran tapi tetap enak di santap” dan benar adanya, beberapa tema berlalu begitu saja karena waktu yang tidak mendukung alias mager nulis, alhasil kelewat waktu dan sudah basi, kalau sudah basi ujung-ujungnya berfikiran untuk apa ditulis.

Kalau baca statusnya kang Tendi tuh suka jleb pake banget. “Tulisan yang baik itu, yah yang dikerjakan dan selesai”

Monday, September 11, 2017

Rekam Jejak dan Perjalanan Makna


Lampung kedatangan Founder Emak Blogger (Mira Sahid) di agenda Flash Blogging yang dilaksanakan oleh KOMINFO pada hari selasa, 12 September 2017 bertempat di Hotel Novotel Lampung.

Acara yang merajuk tema "Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Dalam Penurunan Prevalansi Stunting" ini dihadiri pula oleh pembicara dari KEMEKAS Dr. Marina.

Dr. Marina yang menjelaskan penyebab stunting (cebol) pada anak disebabkan asupan gizi yang kurang baik/kekurangan gizi pada si anak, yang menyebabkan tinggi badan si anak akan di bawah standar. Anak yang terindikasi Stunting maka cenderung anak yang bodoh.

Saturday, September 02, 2017

Asyiik..


Kenal sosok lelaki tampan di tengah kami? yes beliau founder Kelas Menulis Online Indonesia atau yang akrab di sapa KMO. Kelas Menulis Online yang dilaksanakan gratis se-Indonesia untuk para penulis pemula maupun lansia *ups. Coach Tendi Murti namanya. Orangnya humoris dan suka blak-blakan alias suka ngejleb banget jika sudah ngobrolin tentang tulisan. 

Perdana Mempesona


Poto ini kali pertama saya berjumpa dengan bunda Asma Nadia. Setelah menjiwai aktivitas Menulis adalah passion yang membahagiakan, saya jadi rutin dan semangat ikut seminar dan kelas online sana-sini. Pada dasarnya memang berawal dari diri kita sendiri yang meyakini bahwa kita adalah penulis. Setelah kita menyakini itu maka orang lain pun akan meyakini pula. 

Ada Quote yang menarik yang membuat saya Memutuskan untuk Menulis. 
"Jika kau bukan seorang anak raja yang terkenal, Jika kau bukan anak bangsawan pun bukan anak Pengusaha yang kaya raya, Maka MENULISLAH! Dengan begitu namamu akan abadi" 

Kuncinya YAKIN!



JANGAN TAKUT MELANGKAH! itulah kalimat yang menjadi motivasi dalam diri ini. Terkadang kita menjadi manusia selalu bersikap seperti mbah dukun, belum juga melaksanakan, belum juga tau takdir di depan tapi kita sering menyimpulkan. Kalimat itu yang membuat diri ini tidak pernah takut melangkah dalam kebaikan. Apapun itu, sejatinya kita harus coba dulu. Bukankah pencapaian kehidupan kita hari ini merupakan campur tangan Allah yang HEBAT? Lantas kenapa masih ragu? Saya selalu memotivasi diri ini, jika Allah saja yakin dan percaya kita bisa dan mampu melewatkannya lantas mengapa kita terlalu cemas? terkadang kita selalu cemas yang banyak alasan. Ingat Surat Cintanya dalam QS. AL-Baqarah di ayat terakhir? udah yakin aja. Jika semua digantungkan sama Allah Insya Allah beres. 

Dibalik Cerpen Radar Lampung


Jadi berawal dari kegelisan UN yang dipaksa untuk mencotek. Ada kejadian yang sangat amat tidak mengenakkan yang dilakukan sang pengawas (red; guru dari sekolah tetangga). Kami anak Rohis punya perinsip untuk tidak mencontek apapun yang terjadi, dan benar banyak yang terjadi. Mulai dari dikucilkan satu kelas bahkan satu sekolah, mulai dari jadi perbincangan para guru sampai pengawas. Seingatku kami bertiga memang kekeh gak akan mencontek. Dan hingga tibalah kejadian yang tidak mengenakkan itu yang membuat saya mengutarakan semuanya dalam cerpen. usut demi usut saya mencari cara bagaimana agar tulisan ini bisa di baca oleh banyak orang. Dan beruntungnya saya berteman dengan salah satu FB Admin X-Pres Radar Lampung. Melalu chat singkat di inbox saya kirimlah naskah cerpen yang berharap bisa di muat. Dan... hilang tidak ada kabar.