Monday, October 09, 2017

PENGAMEN BRUTAL VS PENGAMEN THE BEST

PENGAMEN BRUTAL VS PENGAMEN THE BEST

Rara sangat ingat dengan kisah doa yang diperumpamakan dengan seorang pengamen. Waktu itu Rara diceritakan kisah analogi oleh sang guru. Kisahnya begini..

“doa seorang hamba terhadap Rabb-Nya pasti akan terkabul, entah cepat-atau lambat”

Analoginya, jika kamu lagi asyik makan di warung-warung pasar, jika ada yang datang mengamen dengan sosok lelaki yang tidak karuan, pakaian brutal seperti anak jalan, nyanyian rock di tengah hari yang yang pekik dan suasana tidak jelas, kira-kira apa yang hendak kalian lakukan? pasti segera mengambil uang agar sang pengamen berhenti menyanyi dan pergi.


Lalu, jika sebaliknya, saat kamu sedang menikmati makanan yang lezat, datang seorang pengamen yang satun dan ramah, yang menyanyikan lagu dengan lantunan yang indah serta membuat suasana makan menjadi bahagia, kira-kira apa yang hendak dilakukan? Tentu membiarkan nyanyiannya sampai usai atau bahkan membiarkannya menambah sebuah lagu dan kemudian memberikannya uang lebih.

***

Kisah dua orang pengamen di atas menganalogikan dengan doa-doa hamba terhadap Rabb-Nya. Mungkin jika kita terlalu terburu-buru meminta, tanpa adab, tanpa harap mungkin saja Allah langsung kasih apa yang kita minta. Mangkanya banyak orang di luar sana yang terlihat bahagia di luar walau ternyata tidak merasakan kebahagiaan sesungguhnya. Tidak beribadah, tidak taat, tidak ada usaha, tapi Allah mudahkan begitu saja cita-cita dan harapannya, namun sang hamba justru jauh dari Rabb-Nya. Mungkin itu yang dinamakan istidraj.

Atau mungkin sebaliknya, seorang hamba yang berkeluh-kesah memohon dan terus memohon belum pula Tuhan kabulkan permohonnnya. Barangkali Allah Tuhan semesta alam sedang rindu dengan doa-doa merdu yang dilantunkan. Sedang rindu dengan keluh-kesah yang diadukan. Itu sebabnya Allah tunda sesaat apa-apa yang diharapkan.


Rara teringat kisah tersebut. “Barangkali Allah sedang ingin bersamaku, namun aku yang tidak peka” ujar Rara dalam kelamunannya. Dan sejak kesadaran hari itu, Rara terus berusaha bersabar menanti jawaban dari sang Tuhan. Rara yakin jawaban itu akan segera datang, sama halnya dengan gejolak-kisah yang sebelumnya ia alami. Akan selalu happy ending.
Post a Comment