Saturday, July 13, 2013

Masjid Itu..





Gedung itu kini semakin bagus, warnanya hijau menyejukkan, serta di iringi dengan ukiran-ukiran ayat suci Al-qur’an di dinding, plus di tambah elegan dengan lampu kristal di tengah. Tempatnya sesuai dengan hati ku, warna hijau yang paling ku sukai.

Masjid itu..
hem.. hanya 1 bulan dalam satu tahun untuk di kunjungi oleh kaki ini. Ya, tepatnya pada bulan Suci Ramadhan. Karna di daerahku yang cukup terjangkau masjid untuk shalat tarawih hanya si hijau itu.

Rasanya semakin kedepan semakin nyaman, walau daku hanya sebulan dalam setahun ke tempat itu, tapi rasanya wilayahnya yang sangat mendukung. Itu semua di sebabkan pengetahuanku di dakwah sekolah.
Ya, selama aku kecemplung di dakwah sekolah, banyak hal yang aku tau, hal yang menurutku hanya orang-orang tertentu yang akan merasakannya. Hal yang indah, pokoke kalau sesorang udah kenalan sama dakwah di jamin nikmat sekali hidupnya. Ya, walaupun ndak seratus persen, setidaknya ada hal kebanggaan di dalam diri sendiri.
  Sebagaimana halnya pada diri ini. Aku bangga karena aku telah di perkenalkan dengan dakwah, wabil khusus dakwah sekolah. Hal detail, kecil, semuanya diketahui. Dan hal yang serupa akan dirasakan oleh para kader-kader hebat.

Masjid itu..
kini seolah-olah sudah sangat amat bersahabat dengan diri.
yang membuat itu semua terjadi mungkin karena ta’lim..
ya, ta’lim yang sering diadakan di masjid itu. Aku sih jujur emang ndak pernah hadir dalam ta’lim nya. Because agak segan karena beda daerah dan lingkungan masyarakat, ya walau pada akhirnya siapapun boleh memasukinya, hanya saja waktu dan kondisi yang tidak memungkinkan, tapi.. kalaupun daku tak mendatangi ta’lim itu akan tetapi daku tetap setia mendengarkannya. Ta’limnya biasa diadakan jum’at malam ba’da maghrib. Penceramahnya luar biasa, walupun daku ndak pernah melihat secara langsung tetapi intonasi nada dan suaranya membuat seakan-akan kami dekat.
Materi yang di sajikan pun sangat luar biasa, mengenai hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, pokoke ngeenaa bangeet di hati orang-orang yang mendengarnya,
tapi sayang.. untuk masyarakat di daerah ku sendiri mungkin gak seberapa peduli dengan suara speaker itu, kalau keluarga ku Alhamdulillah ada respon walaupun hanya sedikt-sedikit.
Untuk masyarakat di daerah masjid itu sendiri mungkin mudah untuk menerima, tapi kalau masyarakat daerahku, ya.. Wallahu Alam ya,, coz masih kebanyakan yang mentradisi gitu.. padahal ilmunya baguss bangeet buat diamlkan dalam kehidupan sehari-hari.. seputaran shalat, doa, niat, zakat, dan hal-hal kecil yang biasa dilakukan hari-hari.
Ya, diriku berharap suatu saat nanti masyarakat di daerahku hatinya mudah terbuka, dan agar ndak terbiasa lagi dengan tradisi nenek moyang itu.
Allahhuma Aamiin.


Masjid itu..
Ramadhan pun tiba, dan pada akhirnya aku pun bisa kembali menginjakkan kaki di dalamnya, banyak hal yang baru, banyak kemajuan, banyak yang lebih baik untuk masjid itu. Ruang yang semakin terlihat cerah dan megah, tempat wudhu yang semakin di permudah untuk bagian kaki, hem,, biar syar’i gitu,, plus suasana masyarakat yang seakan-akan telah menerapkan apa yang telah di sampaikan oleh pak ustd.

Di masjid itu pula tahun yang lalu ku lihat ada seorang ikhwah, wah.. Subhanallah, akhirnya di daerah ku bisa kulihat seorang ikhwah, ya walaupun bukan daerahku sii, udah beda kecamatan, tapi setidaknya ikhwah itu sering lewat jalanan depan rumah sii,, Subhanallah, entah rasa apa yang ada di diri ini, rasanya suatu kebanggaan buat diri sendiri jika melihat seorang ikhwah, apalagi sekeluarga. Alhamdulillah.. semoga bermanfaat..
Dan tahun ini pun aku baru melihat ada satu keluarga ikhwah juga, aku pun semakin yakin, dengan cara mereka berpakaian, bersikap, bahkan dalam satu agenda waktu itu sempat ku lihat beliau-beliau itu. Subhanallah rasa bangga semakin bertambah, entah apa yang membuat aku bangga dengan itu semua, yang jelas aku sanggat sejuk dan nyaman jika melihat orang-orang sholih seperti mereka.
Kurasa masjid itu banyak misterinya yang indah, waktu beberapa tahun yang lalu di masjid itu pula daku bertemu dengan mantan guru les, ternayata tinggal di daerah situ, jadi kalau Ramadhan tiba selalu berjumpa.
Alhamdulillah di Ramadhan tahun ini semakin lebih baik, walau mereka (para ikhwah) tak kenal diriku, tetapi daku melihat gerak-gerik dan sikap mereka saja sudah senang dan bangga.
Oh ya, mengenai ta’lim jika di bulan Ramadhan akan ada di setiap pagi ba’da subuh, dan malam ba’da shalat isya menjelang tarawih. Hem.. kalau yang malam tentu aku bisa datang karna daku tarwihnya disitu. tapi kalau subuh, hanya bisa mendengarkan melalui speaker, untung suara speakernya besar banget. Jadi bisa jelas mendengarnya, hanya saja penasaran dengan ustd nya, ndak pernah melihat.

Masjid itu..
Bagiku sebuah misteri indah.. di tempat itu aku merasakan ada pendukung, di tempat itu ku meraskan bangga karena ada penyemangat, karena tempat itu ku semakin cinta dengan siraman ruhani, karena tempat itu ku merasakan lingkunganku semakin baik, karena tempat itu pula telah memprelihatkan aku dengan orang-orang hebat dan luar biasa.

Masjid itu..
Lucu, masyarakat di daerahku menganggapnya lingkungan orang-orang Muhammadiyah.
Padahal mereka hanya taat kepada Allah,
Lucu, mereka bilang aneh karena shalatnya untuk basmalah tak pernah di keraskan,.
Mengenai Hal itu sudah ku tanyakan pada murobbi, katanya di Mesir/Makkah pun memang tak di keraskan untuk basmalah.
Lucu, orang-orang berpakaian syar’i. (Bapak-bapak yang berjenggot, celana cingkrang, ibu-ibu yang pake jilbab lebar dan pakai kaos kaki) walau ndak semua, dibilangnya berlebihan.
Astagfirullah.. Ampuni kami ya Rabb..
Lucu, orang menghidupkan Sunnah Nabi, melaksanakan Perintah Nabi malah di cemooh kan..
Kata mereka itu orang Muhammadiyah,
hem.. harap maklum karena yang berkata seperti itu mereka tak mengerti,
kalau daku sendiri memperhatikan, hem,, campur-campur sii.. ada ikhwah, muhammadiyah, salafi, dan banyak masyarakat awam..
hanya kareena saja mereka saling menghormati jadi tak ada perpecahan, hanya saja karena mereka saling menghargai dan menyesuaikan diri, jadi bagi mereka enjoy aja, karena tugas mereka mengajak masyarakat awam untuk masuk dalam ruang lingkup dakwah itu, bukan untuk mempermasalahkan suatu kelompok..

Pokoke buatku masjid ituu kereen..
aku bangga, dan aku bersyukur, semoga saja masjid-masjid di daerahku bisa lebih baik seperti itu. Meninggalkan tradisi nenek moyang, dan kembali ke Fiqih, Sunnah Nabi, Perintah dan Ajaran yang Di Anjurkan Oleh Allah Dan Rasulnya (Al-Qur’an Dan Al-Hadist).
Aamiin.. Allahhuma Aamiin.


Cinta damai..
Semangat cinta Ramadhan..

@_@..
Post a Comment