Assalamu'alaykum wr wb sahabat semua..

Assalamu'alaykum wr wb sahabat semua..

DARMIN SERVICE PANGGIL ELEKTRONIK dan KURSUS




DARMIN SERVICE PANGGIL ELEKTRONIK dan KURSUS

Menerima SERVICE PANGGIL ELEKTRONIK, JUAL BELI BARANG ELEKTRONIK dan KURSUS

TV, LCD, LED, HOME TEATER

VCD, DVD, SPEAKER AKTIFE, TAPE RADIO, AMPLIFIER

DISPENSER, MAGIC COM, MAGIC JER

MESIN CUCI, KIPAG ANGIN, KULKAS, DLL

DARMIN SERVICE ELEKTRONIK Beralamat dI Jln Raden Fatah GG Panca Jaya NO 21, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung.

Sudah banyak alumni kursus yang berhasil dan membuka usaha service sendiri. Darmin Service juga berpengalaman puluhan tahun menerima service panggil di sektor pemerintahan, kalangan elite, perkantoran, perumahan maupun masyarakat umum.
Untuk Info Lebih Lanjut Bisa Hubungi Nomor Handpone yang Tertera di Gambar. 

Belajar Ditolak Cinta dari Sayyid Quthb

Tiga tahun sejak beliau harus menjauhkan raganya dari gadis pujaan ke Kairo untuk menuntut ilmu agama, gadis tersebut ternyata memilih menyerahkan cintanya kepada orang lain. Sayyid merasa terpukul mendengar berita ini. Tak kuasa menahan sedih, seguk tangis tak terbendung.
Sangat dimaklumi bagaimana rasanya merelakan kepergian embun cinta pertama yang pernah mengisi relung jiwanya, yang pernah melambungkan asa dan melejitkan potensi kebaikannya. Cinta pertama memang indah, namun sakitnya menusuk ulu hati hingga menganga.
Embun cinta kedua lahir, menyejukkan dan membangkitkan kembali kerinduaan jiwa Sayyid untuk menautkan cintanya karena kecintaan kepada Allah. Gadis kedua ini berasal dari Kairo. Mengenai gadis ini sang Sayyid pernah menggambarkan bahwa paras gadis ini tidaklah buruk namun gagal untuk dibilang cantik. Nampaknya ada pesona lain yang memikat Sayyid sehingga merindukannya. Mungkin tatapan menyejukkan yang dibawa embun cinta ini.
Sayangnya, lagi-lagi takdir tidak bermurah hati dengan cinta sang Sayyid. Di hari pertunangannya, Sayyid seakan disambar petir, pasalnya gadis tersebut sambil menangis menceritakan bahwa Sayyid adalah orang kedua yang hadir dihatinya. Perkataan gadis itu seakan meruntuhkan harapan sang Sayyid untuk mendapatkan gadis yang perawan fisiknya, perawan juga hatinya.
Sayyid akhirnya memutuskan hubungan dengan gadis Kairo tersebut, pergi membawa raganya jauh dari embun cintanya. Raga Sayyid boleh saja menjauh, namun jiwanya ternyata tak mampu melepaskan pesona sang embun cinta. Selanjutnya apa yang terjadi? Sayyid tenggelam dalam penderitaan jiwa yang selalu dibawa atas nama cinta.

BERSIAP SIAGALAH!!!

Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.
Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita, tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.
Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang, tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.
Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.
Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang, tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat.. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

Aku yang Dhoif


Sore ini untuk kesekiankalinya harus menahan segala ego itu. Terkadang masih bertanya-tanya kepada Allah. Rahman.. kenapa tidak mudah? Kenapa untuk jalan menuju tempat orang-orang sholeh itu sulit sekali. Kendala motor, kendala izin, kedala fulus, kendala bensin, selalu dengan banyak kendala itu. Kenapa begitu mudahnya mereka yang mau melangkahkan kaki kesana kemari. Untuk bersenang-senang, berfoya-foya, untuk ke tempat sesuatu yang lebih banyak mudhoratnya. Allah.. apakah ini yang dinamakan jalan dakwah.. jalan yang panjang, jalan yang banyak cobaan, jalan yang tak mulus, dan selalu dihiasi duri. Aku hanya takut Rahman.. aku takut terpental di jalan yang mana banyak orang sebelum ku yang terpental juga, aku takut.. aku takut jika aku menjadi bagian dari orang yang sakit hati, aku takut jika aku bagian dari orang yang tersingkirkan di jalan dakwah ini, aku takut Allah...

Andai Al Qur’an Bisa Bicara...


Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudhu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..
Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Kisah bunga MAWAR dan POHON BAMBU

Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.
Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu.
Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon

Kisah Seseorang Yang Mengolok-Ngolok Malaikat Maut


Kisah ini diceritakan oleh seorang ustadzah

Hari itu aku pergi ke sebuah klinik. Setelah mengambil nomor antrian, aku pun duduk menunggu giliranku. Sekonyong-konyong masuklah seorang gadis cantik. Sayang sekali, dia tidak mengenakan jilbab. Sebaliknya, berdandan menor. Gadis itu pun mengambil nomor, lalu duduk tidak jauh dariku.

Entah mengapa, ada sebuah dorongan dalam diriku untuk menyampaikan sekedar sebuah nasehat kepadanya. Akhirnya setelah cukup lama diliputi kebimbangan, aku pun menasehatinya dengan selembut mungkin. Aku jelaskan kepadanya perintah Allah yang telah dilanggarnya. Namun reaksinya benar-benar tak kuduga. la membentakku dengan suara keras.

Anak Kerang




Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasukitubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam."
"Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang ditengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.

Jangan terpeleset riya


Ia seorang aktivis kampus, wajahnya terlihat bersinar, dahinya terlihat warna kehitam – hitaman. Di kampusnya dikenal sosok pemuda yang alim, berbagai kegiatan keagamaan di kampusnya hampir bisa dipastikan ia terlibat didalamnya. Di saat rekan – rekannya masih terlelap tidur, ia terlihat sudah ikut shalat shubuh berjamaah di masjid kampusnya.
Saat ia pulang ke kampungnya, kebetulan seorang kakek tetangganya meninggal dunia. Ia begitu kagum kepada sosok kakek tetangganya itu, karena dengan mata kepalanya sendiri sang kakek meninggal dalam keadaan sangat tenang, sebelum meninggalpun sang kakek dengan lancar mengucapkan kalimat tahlil. Iapun tahu kakek tersebut bukanlah seorang ustadz atau kyai, kehidupannya biasa – biasa saja.
Sang kakek hidup dalam sebuah rumah yang sangat sederhana, sehari – hari kegiatannya menyabit rumput untuk makan kambing peliharaannya, namun ia tidak pernah ketinggalan sholat jamaah di masjid kampungnya. Iapun pendiam, hanya bicara seperlunya saja, tidak pernah mengeluh.
Sehabis shalat isya di masjid, ia menyempatkan diri bersilaturahim ke tempat guru ngaji yang dulu waktu kecil, mengajarkan Surat Al-Fatihah pertama kalinya.
“Alhamdulillah pak, insya Alloh shalat jamaah jarang saya tinggalkan, berbagai kegiatan keagamaan di kampus saya, saya usahakan selalu terlibat. Di samping itu seringkali sayapun dijadikan sumber referensi teman – teman saya, sayapun terkadang memberi ceramah di acara – acara kampus.” cerita si aktivis kampus kepada guru ngajinya.
“Alhamdulillah, saya ikut senang kalau begitu… semoga kamu termasuk orang – orang yang diberi anugerah dalam beribadah.” komentar guru ngajinya.

Kisah Si Belang, Si Botak, dan Si Buta

Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus kepada mereka satu malaikat.
Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, “Sesuatu apakah yang engkau minta?”

Si Belang menjawab, “Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya.”
Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus.
Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”
Orang itu menjawab, “Onta.” Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini.”

Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”
Si Botak menjawab, “Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya

------------~~**~~ GARAM DAN AIR ~~**~~------------



copas dari tetangga nii..

Seorang Guru Sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.
“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.” Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.
“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.
“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Cewek Cantik Vs Cowok Ganteng..


Hai sobat, lama sudah kita tak bersua, kali ini ane mau mengangkat tema fisikli, hem.. ada apakah??

Semua bermula ketika kuliah ta’aruf kemarin (ospek), melihhat sikap dan tingkah orang-orang jadi berinisiatif dehh buat tema ini.

Cewek cantik vs cowok ganteng. Sudah lumrah, pandangan pertama orang melihat adalah fisikli, performance, pokoke yang indah-indah. Tak bisa di pungkiri lagi semua orangpun merasa ingin di perlihat atau diperhatikan ketika mempunyai performance yang menarik, tetapi selalu bersembunyi-sembunyi jika performance hari ini ndak menarik yaa,, gak pede dehh.


Melihat kejadian kemarin, ane jadi sedikit terlintas di benak untuk membenci cewek cantik, karna apa, pada saat yang bersamaan ane mendapatkan temen cewek cantik, sebenarnya bukannya iri dengan kecantikan yang beliau miliki, cumaan kok begitu yaa??
Begitu?? Ya, ternyata memang benar kalau zina yang berbahaya adalah zina mata yang pertama kali dipakai untuk melihat. lalu menjalar keseluruh organ tubuh untuk bergerak.  Karena cewek tersebut cantik otomatis seluruh pandangan kaum adam meliriknya,, mungkin saja, kaum adam yang tak terlalu tinggi nafsu birahinya bisa biasa aja merespon cewek cantik ituu, bagi kaum adam yang emang imannya kuat, kecantikan fisik bukanlah segalanya, tapii?? Bagaimana dengan kaum adam yang mempunyai nafsu birahi yang sangat tinggi?? Keinginan memiliki adalah hal yang pertama di fikirkan. Apalgi kemarin adalah proses awal, dimana saatnya semua mahasiswa/i baru, semua dengan lingkungan yang baru, bahkan waktunya beradaptasi baru. Nah di situ dehh kesempatan kaum adam untuk mencari gebetan baru,, cihuuuyy,,

SURAT CINTAKU UNTUK MUROBBI..



Siapakah engkau?? Sungguh aku tak mengenalmu..
Yang ku tau pada saat itu aku sedang nyaman bersamanya, bersama murobbi yang baru ku kenal, aku yang sedang merasakan dekat kepadanya, selalu di berikan perhatian, bahkan materi yang di berikan sesuai dengan suasana hati..
Tapi sayang.. itu semua hanyalah sesaat terjadi, setelah pertukaran kado itu, itu adalah hari terakhir ku bertemu olehnya sebagai mutarobbi dan murobbi..

Cemburu atau Cinta??



Bukankah rasa cinta yang dimiliki ini adalah fitrah yang telah ALLAH berikan kepada setiap hambanya yang bernyawa?? Lalu apakah salah ketika kami pun jatuh cinta?? Tentu saja tidak..
Cemburu..?? semua orang pasti akan merasakan hal tersebut.
Begitu juga dengan diri ini. Cemburu.. lucu deh kalau denger kata itu. Aku sering bangeeet merasakannya. Baik kepada sahabat, someone, atau siapalah. Yang jelas akupun pernah merasakannya, kalau di bilang enak apa kagak ya tentu kagak lah.. coz rasa cemburu itu sangat berbahaya bangeet, apalagi kalau udah maenannya hati dan perasaan beehh ribeet deh,, mana lama banget lagi mulihkannya.
Hem,, tapi terkadang lucu dengan diri ini, biasanya kalau orang cemburu itu buat mereka yang sedang jatuh cinta atau bisa dikatakan mereka yang mempunyai hubungan“pacaran”. Sedangkan aku?? hem,, punya pacarpun nanti, tapi kok sering cemburu ya??

katanya zaman udah modern??


Katanya zaman udah modern??
Zaman, hem.. kali ini ane mau ngangkat tema tulisan ini deh..
Ada apakah dengan zaman?? Sebenarnya sii ndak ada apa-apa, hanya saja ada yang salah dalam bersikap.
Ane heran dengan anak zaman sekarang, hem.. (saia juga masih anak zaman sekarang kok), maksudnya dengan tingkah dan sikap kebanyakan anak zaman sekarang. Yang lebih me-nomor satu kan pergaulan bebas, hidup foya-foya, hang out kesana-kemari.

kenapa dengan pacaran??


Hem,, jujur ane bosen sebenarnya membahas hal ini, pacaran.. pacaran.. pacaran.. Gak ada yang salah sii dengan pacaran, buat mereka yang udah halal menjalin hubungan (suami/istri) tapi menjadi maslah besar kalau buat mereka-mereka yang belum ada ikatan resmi. Mungkin orang awam gak peduli atau sangat membenci dengan orang-orang yang melarang dan mengingatkan terkait pacaran, itu semua karena ketidaktahuan mereka, lantas dari ketidaktahuan itu mereka gak mau berkembang, gak mau mencari taauu, bahkan banayak yang ndak mau tau. Yang mereka tau hanyalah mengikuti kemajuan zaman, tren, berhubungan bebas, tak ada batasan laki-laki dan perempuan, ya wonngg ndak ngapa-ngapain kok Cuma pacaran biasa aaja buat pendekatan??