Saturday, September 02, 2017

Dibalik Cerpen Radar Lampung


Jadi berawal dari kegelisan UN yang dipaksa untuk mencotek. Ada kejadian yang sangat amat tidak mengenakkan yang dilakukan sang pengawas (red; guru dari sekolah tetangga). Kami anak Rohis punya perinsip untuk tidak mencontek apapun yang terjadi, dan benar banyak yang terjadi. Mulai dari dikucilkan satu kelas bahkan satu sekolah, mulai dari jadi perbincangan para guru sampai pengawas. Seingatku kami bertiga memang kekeh gak akan mencontek. Dan hingga tibalah kejadian yang tidak mengenakkan itu yang membuat saya mengutarakan semuanya dalam cerpen. usut demi usut saya mencari cara bagaimana agar tulisan ini bisa di baca oleh banyak orang. Dan beruntungnya saya berteman dengan salah satu FB Admin X-Pres Radar Lampung. Melalu chat singkat di inbox saya kirimlah naskah cerpen yang berharap bisa di muat. Dan... hilang tidak ada kabar.

***
Saat kegiatan halaqah pekanan (status kami sudah libur UN) sang MR yang mengajar di salah satu SMP yang bertepatan dengan jadwal mengawas UN SMP menemukan Koran di meja ngawasnya. Beliau pun tidak setuju dengan sogokan pengawas yang disibukkan dengan makanan dan koran. Tibalah sang MR membaca kolam CERPEN di atas. usut demi usut sang MR menduga itu tulisan saya, walau nama disamarkan tetapi beliau tau alur dan lokasi yang digambarkan. dan beliaupun menannyakan kepadaku. Yes betul itu tulisan saya ternyata di muat di koran, tapi... saat UN SMP. tapi.. kenapa saya tidak dapat kabarnya? ahh rada kecewa sih kenapa tidak ada pemebritahuan dari adminnya. Jujur honor tidak saya harapkan, tapi minimal saya bisa mengarsipkan korannya :D jika di informasikan. Tapi yasudahlah.. saya sedikit done untuk mengirim naskah ke koran lagi hiks. 
***
Setelah beberapa hari inbox-an saya ke admin tidak di respon. Justru banyak inbox-an masuk ke saya, mulai dari pak guru yang tidak saya kenal, mulai dari petugas Dinas Pendidikan, DLL. yang jelas saya tidak kenal mereka. Inbox-an yang masuk ada yang mengkritiki tulisan itu, ada juga yang mengapresiasi. Dan.. saya hanya menanggapinya santai saja. maklum dulu 2012 anak SMK yang baru belajar menulis dan mengutarakan semuanya melalui tulisan tidak banyak hal yang saya tau. yang diketahui hanya saya bahagia saat tulisan saya di muat. udah gitu aja.
Post a Comment