Friday, December 01, 2017

TITIK HIJRAH

 


Kenapa ya namaku tidak ada islami-islaminya? Bahkan artinya pun mungkin tidak ada seperti nama orang kebanyakan” gumam hati ini terlarut dalam lamunan setelah absesnsi dilontarkan sang dosen.
Jika begitu, aku harus hijrah! Aku harus memiliki nama Islami, agar kelak di akherat ada panggilan nama yang indah.

“Khansa Al Huriyah” (Khansa seorang ummu yang tangguh, penyair, dan rela memberikan harta terbaiknya anak dan suami untuk di jalan Allah) dan (Al Huriyah artinya sebuah kemenangan ; wanita penghuni syurga)
Bismillah, sejak saat itu. Setelah ku sadari aku mengazzamkan diri hijrah dengan nama khusus “Khansa Al Huriyah”
Aku sebal, setiap kali absesnsi namaku tidak pernah lengkap dipanggil oleh dosen, pasti hanya nama depan saja, karena nama belakangku berbau unsur cristiani. Sedangkan teman-teman yang namanya berbau Islmai selalu lengkap dipanggilnya. Aghh.. jika untuk penyebutan nama saja sudah tidak adil bagaimana dengan yang lain?
 Itulah yang menyebabkan aku harus memiliki nama khas, barangkali Allah akan memanggilku kelak di syurga dengan nama itu.


***

Berpakaian syar’i? aku baru hijrah menutup aurat pun saat duduk dibangku SMK Kelas X Semester 2. tidak ada rencana, terlebih diniatkan. Bukankah dahulu saat aku masuk SMK karena menghindar dari sekolah agama atau PONPES? Lantas inikah yang dinamakan hidayah? Apakah aku sudah berhijrah?

***

Kata orang hijrah itu berpindah. Kata hadist orang yang baik adalah yang merantau dari negerinya? Lantas bagaimana denganku? Yang sejak buaian hingga besar tetap di satu tempat? Apakah itu tandanya aku belum berhijrah? Lalu kapan yah Allah kasih kesempatan seperti teman-teman agar bisa hijrah ke negeri orang (keluar dari kota mencari ilmu)

***

Pada akhirnya aku sadari dan ku ketahui, hijrah bukan soal tempat, hijrah bukan soal penampilan, hijrah juga bukan soal pergantian nama. Akan tetapi, hijrah adalah sebuah proses. Proses dimana kita menikmati untuk menuju titik penghambaan kita kepada sang Rabb Illahi.


Yes, hijrah yang memiliki makna lahir maupun batin membuat kita banyak belajar dan membaca prosesnya. Bukan sebuah paksaan namun sebuah kesadaran. Mengubah diri dan sikap dari yang belum baik menjadi baik. Mengubah pola ibadah yang belum rutin menjadi rutin. Mengubah sikap dari yang belum beradab menjadi berakhlak baik. Hijrah dari fakir ilmu menjadi paham dan banyak hal lainnya. Semua itu bisa dikatakan hijrah sesungguhnya. Hijrah-Hidayah bagaikan cahaya yang masuk ke dalam rumah, sejatinya hanya rumah yang terbuka yang mampu menerimanya.

(Edisi Naskah Lomba Instagram yang karakternya terbatas)
Post a Comment