Sunday, February 18, 2018

2 HAL AGAR MENJADI SESEORANG YANG BERPENGARUH



Selamat sore guys. Hari ini saya ingin berbagi ilmu yang luar biasa, setelah mengikuti training “High Class Respon” bersama Coach Harri Firmansyah hari Jum'at lalu di Hotel Amelia.
Menarik dan sangat berguna banget nih. Siapa sih yang tidak ingin menjadi seseorang yang berpengaruh dalam lingkungannya. Bermanfaat untuk banyak orang, berbagi lebih banyak, serta menjadikan hidup dengan penuh kebahagiaan. Semua pasti mendambakkannya bukan? Dan nyatanya semua orang mampu melakukan hal tersebut.

High Class Respon? Apa sih? Yah.. kurang lebih kualitas respon yang baiklah.
Coach Harri memberikan perempumaan bahwa, Quality Of Respon ; Quality Of Life. Qualitas respon sesorang mencerminkan kualitas hidup seseorang. Woooww.. ngeri.

Ada 2 hal mendasar yang sebenarnya tanpa kita sadari kita suka mengabaikannya. Dan 2 hal ini sering sekali kita abaikan begitu saja.



   1. Komunikasi
Setiap kita mampu berkomunikasi bukan? Tapi sedikit dari kita yang mampu berkomunikasi dengan baik. Yes. Terlihat dari seberapa antusias seseorang dalam menanggapi komunikasi kita.
Komunikasi di sini terdiri dari komunikasi verbal dan non verbal. Dan ironinya komunikasi verbal (berupa kata-kata) hanya mampu mempengaruhi seseorang dalam jumlah 7% saja, dan sisanya tidak berdampak apa-apa. Pernah kan kita berbicara panjang kali lebar terus ekspresi seseorang dalam meresponnya biasa aja, atau mungkin diabaikan, atau mungkin dianggap tidak penting?
Yah ini terjadi saat kami diminta oleh Coach praktek secara langsung berpasang-pasangan dengan seseorang yang berada disekitar kami. Masing-masing dari kami diminta bercerita dengan pasangannya untuk menjelaskan dan menceritakan hal yang dapat disyukuri dari pagi tadi hingga malam hari ini. Dan dari 100an lebih peserta yang hadir hanya 5% pasangan peserta yang mengangkat tangan telah terinspirasi dengan kisah pasangannya hari ini.. sisanya semua tidak mengangkat tangan karena nyatanya hanya sekdar bercerita tanpa ada inspirasi dan manfaat yang didapatkannya.


Beda dengan verbal, komunikasi non verbal justru dapat berdampak hingga 93% pengaruhnya. Dan ini pun dipraktekkan dengan pasangan bergantiian, setelah diberikan resep oleh Coach Harri untuk menggunakan komunikasi non verbal maka 80% peserta malam itu yang hadir mengangkat tangan merasa terinspirasi dan merasa bermanfaat telah mendengarkan cerita tersebut. 
Dari pola komunikasi non verbal tersebut ada 3 hal yang harus diperhatikan, diantaranya : gerak-gerik tubuh, intonasi, dan mimic wajah saat kita menyampaikan pesan kepada seseorang.
Resep ini sering sekali kita dengar namun jarang sekali kita peraktekkan, alias selalu kita abaikan dalam teknik di lapangan.  Jadi wajar saja jika pengaruh kita masih kecil karena kepedulian seseorang terhadap pola komunikasi yang kita sampaikan masih kecil pula.
Jika di hal pertama ada teknik komunikasi maka di hal kedua ada teknik yang gak kalah menarik dari komunikasi yakni,


  2. Respon
Respon atau tanggapan atas kejadian. Dalam menanggapi kejadian kita memasuki fase waktu untuk berfikir, dimana waktu tersebutlah yang berbeda-beda dilakukan oleh seseorang.
Seperti kata Coach Harri di awal,
“Quality Of Respon Berbanding Lurus Dengan Quality Of Life”.
So.. wajar saja jika ada seseorang yang hidupnya tidak sesuai seperti yang diharapkan, coba deh cek pola Respon si doi, bisa jadi karena si doi tidak merespon kejadian-kejadian dengan seharusnya atau di atas seharusnya sehingga episode-episode tersebut masih flat aja.
Mana mungkin kita bisa berharap lebih jika action yang dilakukan kecil dan tidak seimbang.
     Dalam Quality Of Respon tersebut dibagi ke dalam 5 tahapan.
1.     Flat/Basic
2.    Yang Seharusnya/Expected
3.    Sesuai Dengan Harapan/Desired
4.    Mengejutkan/Wow Surprising
5.    Luar Biasa/Unbelievable


Dalam Quality Of Respon maka akan berbanding dengan Quality Of Life, dan dalam Quality Of Life terbagi ke dalam 5 hal.
1.     Spiritual
2.    Social
3.    Intelektual
4.    Financial
5.    Kesehatan dan hubungan keluarga

Baiklah Kita akan bahas satu-satu secara singkat yah..

Dalam segi spriritual sesorang yang merespon dengan flat/basic akan melakukan semuanya dengan “kadar minimal”, dengan tingkatan yang terendah. Sedangkan seseorang yang merespon dengan seharusnya/expected maka dia akan merasa “aku sadar”, dan seseorang yang merespon dengan sesuai dengan harapan/desired maka dia akan merasa “aku terlatih”, sedangkan seseorang yang merespon dengan tahap mengejutkan/wow surprising maka ia akan merasa “kita sadar, kita terlatih” dan terakhir tahapan yang sangat langka adalah luar biasa/unbelievable  maka ia akan merasa “kita dan Allah, Ridho dengan semua ketetapannya” dan tahapan dimanakah kita hari ini? Masihkan dengan kadar minimal atau baru sampai tahapan desired? Dan semoga kita semua bisa mencapai tahapan yang luar biasa/unbelievable.

“Orang-Orang Yang Tidak Jujur Pada Dirinya Sendiri Maka Dia Akan Tenggelam”


Kita lanjut ke hal yang kedua yakni social. Dalam hal social seseorang yang merespon dengan cara basic maka ia hanya sekedar medapatkan teman biasa, wajar dong orang-orang yang basic akan beretemunya dengan yang basic pula, rada tidak berkembang, hobbinya membicarakan orang, sesuhu, sekufu, merasa hidupnya yah biasa saja, tidak peduli dengan oranglain terlebih memikirkan hal yang besar.
Sedangkan seseorag yang merespon dengan expected dia akan mendapatkan seorang teman dan sahabat, woow sahabat.. coba cek, sudahkah kita punya sahabat baik?
Dan seseorang yang merespon dengan sikap desired dia akan menemukan sebuah keluarga, keluarga yang bukan satu darah yah.. sahabat yang telah menganggapnya sebagai keluarga, kalian pasti punya kan? Bahkan kasih dan sayangnya melebihi keluarga sendiri cailee..
Lalu tahapan keempat bagaiamana sih? seseorang yang merespon dengan sikap wow surprising, maka dia akan menemukan pembela. Kenal tidak, ada hubungan keluarga ataupun tidak, karena seseorang tersebut telah memberikan dan merespon dengan baik oleh siapapun maka suatu saat dirinya dalam kondisi butuh pembelaan, maka orang-orang tanpa diminta akan datang membelanya. Enak yah.. hehe
Lanjut ditahap akhir, unbelievable sikap seseorang yang dikatakan luar biasa ini dalam hal social akan menemui seseorang yang tidak dikenalnya tapi mengenalnya mengakui dan diaku-akui sebagai saudara. Tanpa berfikir panjang, saat namaanya disebutkan maka secara spontan mereka mengakui orang tersebut saudaranya. Woow amazing bukan?

“Tidak Akan ada Pertumbuhan Jika Selalu Berada Di Zona Nyaman”

Dalam hal intelektual seseorang yang merespon dengan basic cirinya dalah yang males belajar, alias gak mau belajar, hobinya mencari-cari alasan dan selalu merendahkan pembelajaran yang baru saja ditawarkan, hihi orang seperti ini sangat menyebalkan yah.
Sedangkan seseorang yang merespon dengan expected maka minimal dia sudah mau belajar. Dan kita gak boleh puas berada di posisi ini.
Dan seseorang yang merespon dengan sikap desired dirinya akan selalu berusaha untuk terus belajar. Merasa belum puas dengan pengetahuan yang dimilikinya.
Sedangkan seseorang yang merespon dengan tingkatan wow surprising tingkatannya adalah sudah berbagi. So, dia punya ilmu dia tidak akan pelit untuk selalu berbagi kepada yang lain. Karena dirinya yakin dengan berbagi sama dengan belajar dan mendapatkan pembelajaran yang baru.
Dan tingkatan akhir unbelievable adalah tingkatan seseorang yang sudah menginspirasi. Tidak hanya belajar dan terus belajar, dirinya berbagi juga menginspirasi banyak orang. Bisa kita lihat betapa banyak tokoh di Indonesia yang sudah banyak menginsirasi jutaan manusia, dengan cara apapun.

“Jika Hidup Tidak Mampu Menginspirasi Maka Sama Dengan Exp, Barang Yang Sudah Exp Maka Tidak Bisa Digunakan Lagi”

Setelah intelektual maka selanjutnya adalah Financial. Tahapannya adalah :
     1.     Gak punya uang
     2.    Punya uang tapi biasa saja uangnya
     3.    Punya simpanan uang, pas, pas butuh selalu ada
     4.    Wooww rezeki datang dari arah yang tidak diduga-duga
     5.    Yang kelima maaf yah lupa :D

“Cari Data Jangan Baca Berita Agar Terpercaya”

Next yang point ke Lima mimin lupa detailnya, mohon maaf tidak bisa menjelaskan.
Jadi Juara Prinsipnya :

“Apapun Hasilnya Selalu Tergantung Kepada Respon Yang Kita Berikan”
RUMUSNYA : K + R = H
K: Kejadian
R: Respon
H: Hasil
“Apapun Kejadiannya, Jika Respon Kita Baik Maka Hasilnya Akan OKE”

“RESPONSE ABILITY CREATES RESPONSIBILITY”


           Acara seminar ini diselenggarakan oleh Komunitas Lampung Juara yang didirikan oleh Coach Hengki…. Komunitas yang berupaya menciptakan para pemuda menjadi para Juara dan orang-orang hebat. Berbagai fasilitas seminar dan pelatihan diadakan secara rutin, kebermanfaatan dan kesuksesan untuk menciptakan kader-kader juara.

Post a Comment